Rabu, 17 Juni 2009

resensi film : VIRGIN 2 BUKAN FILM PORNO


cmua udah pasti tau film virgin kn?
nah..sekarang ada yg kedua nie..virgin 2 bukan film porno

udah nonton belum?
masalah bagus atau engga, itu tergantung selera, saya cuman mw kasi resensinya ajah..

film ini bercerita tentang persahabatan dua orang remaja putri Tina dan Nadya yang terjerumus ke profesi kelam yang seharusnya tidak mereka lakukan di usia mereka. Masa remaja bukanlah hal yang mudah bagi mereka. Persahabatan seringkali harus dibayar dengan mahal, dan diakhiri kematian tragis, justru ketika mereka ingin merubah jalan hidupnya.

Tina (Christina Santika, 16 th), sebelumnya seorang siswi SMA dengan kepribadian yang cuek dan lebih pendiam, dia hanya memiliki satu orang sahabat bisu bernama Kenny (Neyna Lisa Bartlett), Kenny bisu akibat usaha bunuh diri yang gagal dan mengakibatkan pita suaranya rusak. Tina diusir oleh Ibunya karena dituduh telah menggoda kekasih Ibunya. Kenyataannya, kekasih Ibunyalah yang ingin mencumbu Tina. Tina berusaha membela diri, tapi Ibunya lebih mementingkan eksistensi hubungannya dengan sang kekasih. Setelah kejadian itu, Tina kehilangan tempat bernaung, dia bertemu dengan temannya bernama Steffie (Wichita Satari).

Steffi menunjukkan betapa baik hatinya sebagai seorang teman. Tina terharu oleh kemurahan hati Steffi yang mau menampungnya. Tapi semua itu hanya kebohongan belaka, karena Steffi menjual Tina pada seorang Mucikari yang bernama Yama. Tina disekap di sebuah apartemen, diperkosa oleh Yama dan kemudian dipaksa untuk melayani klien-klien Yama. Hingga akhirnya Tina menemukan satu kesempatan untuk lari dari Yama. Di dalam proses pelarian itulah akhirnya Tina bertemu dengan Nadya.

Nadya (Joanna Alexandra, 19 th), berprofesi sebagai seorang Disc Jockey. Nadya diusir oleh orang tuanya gara-gara ketahuan hamil oleh Raymond (Ramon Y Tungka), seorang remaja yang jadi bandar narkoba. Setelah Raymond ditangkap Polisi, Nadya hidup dengan sahabatnya yang bernama Mitha (Smitha Anjani, 19 th). Mitha menumbuhkan semangat Nadya setelah ditinggal Raymond, mereka bersahabat sejak SMA. Namun sayang Mitha seorang pecandu berat, yang akhirnya lebih memilih narkoba, daripada sahabatnya Nadya.

Pertemuan Tina dengan Nadya, membuat mereka saling melengkapi satu sama lain. Tina merasa telah menemukan seseorang yang merubah pandangannya tentang hidup. Nadya juga merasa telah menemukan seseorang yang menyayanginya, dan mau mengerti dirinya, seorang sahabat sejati.

Apalagi yang diperlukan dalam hidup di luar keluarga, selain sahabat yang mengerti…! Banyak hal mereka lakukan bersama-sama. Dari mulai tinggal, hingga terpaksa jual kehormatan, karena mereka membutuhkan uang banyak untuk menyelamatkan Mitha akibat hutangnya yang besar pada bandar narkoba, bahkan akibat penyiksaan yang diderita Mitha, tangannya perlu diamputasi. Mitha terbaring dalam keadaan koma, sebagai sahabat mereka harus siap melakukan apa saja termasuk mengambil jalan pintas, melakukan kebaikan dengan cara buruk, tentunya harus siap menuai akibatnya. Nadya mengalami keguguran dan pendarahan hebat hingga ia meninggal.

Sementara Tina yang berusaha mencari pertolongan, malah ditemukan oleh Yama. Kembali Yama menganiaya Tina hingga babak belur. Tina sudah tidak kuat lagi, dalam ketidak berdayaan akhirnya Tina menemukan keberanian untuk melawan, dan Tina mengakhiri kebiadaban Yama. Tetapi, Tina tidak bisa menyelamatkan Nadya, seperti juga dia tidak bisa menyelamatkan Kenny yang memilih menabrakkan dirinya ke mobil dan mati, daripada hidup dalam kepedihan berkepanjangan.

Jumat, 12 Juni 2009

kuis " latah "

akhir2 nie ko semakin banyak acara musik iah?hampir cmua stasiun tv punya acara t'sebut..
ada inbox, dahsyat, playlist, derings, topsert, klik, mantap, on the spot..haduh haduh...msi byak lg...!
nie sama halnya seperti kmaren, latah!
kalo diliad-liad, kayany ga hanya acara musik duank de,tp kuis juja..
kuis yang suka nglanjutin lirik lagu tue, macam missing lyrics, happy songs..
bombastis di rcti juja mengandung melanjutkan lirik kn?iia ampun...apah ga ada kuis yg lebih b'mutu lg?
sepertinya ada,iia memang ada, kuis siapa lebih berani yg tayang d rcti tue...
mbo' iia yang ditiru tue yang seperti tue, yang menambah pengetahuan umum...
iia mudah-mudahan saja byak stasiun tv yang meniru kuis semacam tue ^_^

kuis " latah "

akhir2 nie ko semakin banyak acara musik iah?hampir cmua stasiun tv punya acara t'sebut..
ada inbox, dahsyat, playlist, derings, topsert, klik, mantap, on the spot..haduh haduh...msi byak lg...!
nie sama halnya seperti kmaren, latah!
kalo diliad-liad, kayany ga hanya acara musik duank de,tp kuis juja..
kuis yang suka nglanjutin lirik lagu tue, macam missing lyrics, happy songs..
bombastis di rcti juja mengandung melanjutkan lirik kn?iia ampun...apah ga ada kuis yg lebih b'mutu lg?
sepertinya ada,iia memang ada, kuis siapa lebih berani yg tayang d rcti tue...
mbo' iia yang ditiru tue yang seperti tue, yang menambah pengetahuan umum...
iia mudah-mudahan saja byak stasiun tv yang meniru kuis semacam tue ^_^

Rabu, 10 Juni 2009

pilem bertajuk islam


assalamualaikum.....
hohoho...mentang2 mw nulis artikel yg ada judul islamnya blg salam! ^_^

okaii, kali nie saya akan sedikit membahas tentang pilem yg bertajuk islam. di tahun 2009 nie banyak sekali pilem yg latar belakangnya islam baik sinetron maupun film bioskop, salah satunya iia muslimah ( yg tayang d indosiar pake basa arab tue ). kalo menurut saya, orang2 pada latah bikin pilem yg ada islam2nya. awalnya dulu ayat2 cinta, terus disusul perempuan berkalung sorban, dan sekarang ketika cinta bertasbih. emang bagus sie..sebagai media syiar islam juja, tapi kalo cmua pilem yg jenisnya sama kaya gto nanti bisa2 bosan juja...

pilem bioskop ama sinetron yg bertajuk islam bedanya jauh. sebagai orang awam, saya nonton ayat2 cinta dan perempuan berkalung sorban bisa ngerti ceritanya apaan, pesan yg disampaikan lewat pilem tue nyampe. tapi ketika saya nonton sinetron muslimah, saya ga ngerti apa ceritanya. bukan masalah bahasa sie, kn uda ada teksnya.

menurut saya, sinetron tsb lebih menonjolkan bahasa daripada cerita supaya masy menilai sinetron itu berbeda dgn sinetron yg lain...

Kamis, 04 Juni 2009

ngapusi...


kalo tentang tv kan uda..skr ttg programnya.

akhir - akhir ini banyak sekali program tv yang pada dasarnya adalah pembohongan publik alias ngapusi!

contoh yg paling sederhana iia sinetron tue! liad de, d sinetron pasti cmua kehidupannya serba instan dan mewah, bukan begitu bukan? secara ga langsung tue pasti bikin penontonnya pengen ngerasain hal yg sama, hidup instan dan mewah!

selain sinetron yg paling booming skr tue acara macam " termehek-mehek", "realigi", "lemon tea", iia acara ky gtoan lah! sekarang kalo dipikir pake logika, mana ada orang yg punya masalah yg mau masalahnya tue dipublikasikan? tue cmua terkesan ky masalah tue diperjual belikan. berarti kan sama ajah penonton udah dibohongi...

wah wah wah...sungguh memprihatinkan! daripada nonton acara sg ga ada jluntrungane macam gto, mending sekalian ae nonton anime yg jelas-jelas kalo ceritanya fiktif... iia secara wong yg nulis juja anime freaks gne...^_^

jo' lupa nonton bleach di indosiar tiap minggu jam 11 siang! =)

Kamis, 09 April 2009

"audio visual" itu apah c????

sekarang "audio visual" itu apah c????

audiovisual ialah Perangkat soundsistem yang dilengkapi dengan penampilan gambar, biasanya digunakan untuk presentasi, home theater, dsb.

Selasa, 31 Maret 2009

sebenarnya, kalo disuruh tulis artikel ttg komunikasi audio visual, langsung kebayang tv de...

nah, berikut ini sejarah televisi..dikutip dari misteridigital.wordpress.com

Pada tahun 1873 seorang operator telegram asal Valentia, Irlandia yang bernama Joseph May menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel silenium (selenium photocell). Joseph May bersama Willoughby Smith (teknisi dari Telegraph Construction Maintenance Company) melakukan beberapa percobaan yang selanjutnya dilaporkan pada Journal of The Society of Telegraph Engineers

Setelah beberapa kurun waktu lamanya kemudian ditemukan sebuah piringan metal kecil yang bisa berputar dengan lubang-lubang didalamnya oleh seorang mahasiswa yang bernama Julius Paul Gottlieb Nipkow (1860-1940) atau lebih dikenal Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi. Sekitar tahun 1920 John Logie Baird (1888-1946) dan Charles Francis Jenkins (1867- 1934) menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube)


Televisi elektronik agak tersendat perkembangannya pada tahun-tahun itu, lebih banyak disebabkan karena televisi mekanik lebih murah dan tahan banting. Bukan itu saja, tetapi juga sangat susah untuk mendapatkan dukungan finansial bagi riset TV elektronik ketika TV mekanik dianggap sudah mampu bekerja dengan sangat baiknya pada masa itu. Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin (1889-1982) dan Philo T. Farnsworth (1906-1971) berhasil dengan TV elektroniknya. Dengan biaya yang murah dan hasilnya berjalan baik, maka orang-orang pada waktu itu berangsur-angsur mulai meninggalkan tv mekanik dan menggantinya dengan tv elektronik.

Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff (1891-1971), Senior Vice President dari RCA (Radio Corporation of America). Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Selain itu, Philo Farnsworth juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.

TV ELEKTRONIK
Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik. Kompetitor utama mereka adalah Baird Television, yang sudah terlebih dahulu melakukan siaran sejak 1928, dengan menggunakan sistem mekanik seluruhnya. Pada saat itu sangat sedikit orang yang mempunyai televisi, dan yang mereka punyai umumnya berkualitas seadanya. Pada masa itu ukuran layar TV hanya sekitar tiga sampai delapan inchi saja sehingga persaingan mekanik dan elektronik tidak begitu nyata, tetapi kompetisi itu ada disana.

TV RCA, Tipe TT5 1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan the National Television Standards Committee [NTSC], 1941, memutuskan sudah saatnya untuk menstandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.

Pada tahun-tahun pertama, ketika sedang resesi ekonomi dunia, harga satu set televisi sangat mahal. Ketika harganya mulai turun, Amerika terlibat perang dunia ke dua. Setelah perang usai, televisi masuk dalam era emasnya. Sayangnya pada masa itu semua orang hanya dapat menyaksikannya dalam format warna hitam putih.

TV BERWARNA
Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan TV hitam putih diseluruh negara. CBS yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia. RCA yang belajar dari pengalaman CBS mulai membangun sistem warna menurut formatnya. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu untuk diterima pada sistem warna dan sistem hitam putih. Setelah RCA memamerkan kemampuan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial thn 1953.

Berpuluh tahun kemudian hingga awal milenium baru abad 21 ini, orang sudah biasa berbicara lewat telepon selular digital dan mengirim e-mail lewat jaringan komputer dunia, tetapi teknologi televisi pada intinya tetap sama. Tentu saja ada beberapa perkembangan seperti tata suara stereo dan warna yang lebih baik, tetapi tidak ada suatu lompatan besar yang mampu untuk menggoyang persepsi orang tentang televisi. Tetapi semuanya secara perlahan mulai berubah, televisi secara bertahap sudah memasuki era digital.

aku masih bingung mau tulis apah.......
 

kodok ijo © 2008. Template Design By: SkinCorner